Surabaya, 28 Januari 2025 – STIKES Griya Husada Surabaya melaksanakan kegiatan PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) berupa penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan pemanfaatan tanaman TOGA untuk pencegahan hipertensi di RW 7 dan RW 8 Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, mengenai pencegahan hipertensi melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya angka kasus hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia maupun dunia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan pembuluh darah.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2025 diproyeksikan sekitar 29 persen penduduk dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia sendiri, prevalensi hipertensi masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa dan tim pengabdian masyarakat STIKES Griya Husada Surabaya memberikan edukasi mengenai faktor risiko hipertensi, seperti obesitas, stres, konsumsi garam berlebih, merokok, konsumsi alkohol, serta kurangnya pola hidup sehat. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di wilayah RW 7 dan RW 8 Kelurahan Dukuh Kupang yang berada di bawah naungan Kecamatan Dukuh Pakis Kota Surabaya. RW 7 terdiri dari 1.067 kepala keluarga dengan 4 RT, sedangkan RW 8 memiliki 573 kepala keluarga yang terdiri dari 5 RT.
Dalam pelaksanaan kegiatan, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan edukasi dan praktik langsung kepada masyarakat. Untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat, tim pelaksana menggunakan beberapa metode kegiatan, di antaranya ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemanfaatan tanaman TOGA.
Penyampaian materi mengenai hipertensi dan manfaat tanaman TOGA seperti ekstrak bunga rosella dan mentimun disampaikan oleh dr. Raymond Ferdinant Runtu, Sp.PK., MBA. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya hipertensi, faktor risiko, pencegahan, hingga manfaat tanaman herbal sebagai terapi pendukung nonfarmakologi.
Selain sesi edukasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik atau demonstrasi pengolahan tanaman TOGA berupa ekstrak bunga rosella dan mentimun dalam bentuk seduhan teh maupun jus sehat. Demonstrasi tersebut dipandu oleh Deasy Elvianita, SST., M.Keb bersama mahasiswa STIKES Griya Husada Surabaya.
Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat diajak memahami cara sederhana memanfaatkan tanaman herbal di lingkungan sekitar sebagai alternatif pendukung kesehatan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan warga RW 7 dan RW 8, khususnya para lansia yang menjadi kelompok rentan terhadap hipertensi. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik pengolahan tanaman TOGA.
Selain edukasi kesehatan mengenai hipertensi, masyarakat juga diberikan sosialisasi terkait pemanfaatan tanaman TOGA sebagai terapi nonfarmakologi dalam membantu pencegahan hipertensi. Tanaman herbal yang diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain bunga rosella dan mentimun yang diketahui memiliki manfaat dalam membantu menjaga tekanan darah.
Mahasiswa menjelaskan bahwa selain pengobatan farmakologi menggunakan obat-obatan, hipertensi juga dapat dikendalikan melalui terapi nonfarmakologi dengan menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan tanaman herbal secara tepat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani upaya pencegahan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan PKM-PM ini, STIKES Griya Husada Surabaya berharap dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menambah pengetahuan warga mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman herbal untuk pencegahan hipertensi.
Adapun target luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman TOGA seperti ekstrak bunga rosella dan mentimun secara mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan publikasi artikel pengabdian masyarakat pada jurnal terakreditasi serta publikasi poster kegiatan pada website resmi STIKES Griya Husada Surabaya.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, STIKES Griya Husada Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan masyarakat.





