Skip to main content

Surabaya, 5 Februari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Griya Husada Surabaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pentingnya ASI Eksklusif sebagai Pemenuhan Nutrisi pada Bayi dan Efektivitas Penggunaan KB pada Pasangan Usia Subur” di RW 3 dan RW 4 Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi serta penggunaan alat kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB) pada pasangan usia subur.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Pentingnya pemberian ASI eksklusif telah direkomendasikan oleh United Nation Children Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pemerintah Republik Indonesia juga menganjurkan pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain selain obat, vitamin, dan mineral.

Namun, berdasarkan data dan kondisi di lapangan, pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman ibu mengenai kandungan nutrisi dalam ASI. Masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa ASI saja belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, sehingga pemberian susu formula lebih dipilih.

Selain itu, faktor ibu bekerja juga menjadi salah satu tantangan dalam pemberian ASI eksklusif. Padahal, ASI tetap dapat diberikan melalui metode penyimpanan ASI perah yang benar sehingga kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi secara optimal.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, STIKES Griya Husada Surabaya memberikan edukasi mengenai kandungan makronutrien dan mikronutrien dalam ASI serta manfaat ASI eksklusif bagi tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI eksklusif diharapkan dapat membantu menurunkan risiko gizi buruk dan stunting pada bayi serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Selain edukasi mengenai ASI eksklusif, kegiatan ini juga membahas pentingnya penggunaan alat kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB) pada pasangan usia subur.

Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu, anak, dan ketahanan keluarga. Program KB memberikan kesempatan bagi pasangan usia subur untuk merencanakan jumlah anak, mengatur jarak kelahiran, serta menentukan waktu yang tepat untuk memiliki anak sesuai kondisi keluarga.

Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat KB dan cara mengatasi efek samping penggunaan kontrasepsi menjadi salah satu faktor rendahnya penggunaan KB di masyarakat. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilihan metode kontrasepsi yang tepat menjadi sangat penting agar pasangan usia subur dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di wilayah RW 3 dan RW 4 Kelurahan Dukuh Kupang yang berada di bawah naungan Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. RW 3 memiliki 411 Kepala Keluarga yang terdiri dari 4 RT, sedangkan RW 4 memiliki 203 Kepala Keluarga yang terdiri dari 8 RT.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui ceramah dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi mengenai pentingnya ASI eksklusif disampaikan oleh Ibu Rachel Dwi Wilujeng, SST., M.Kes, sedangkan materi mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi atau KB pada pasangan usia subur disampaikan oleh Ibu Neneng Nur Saidah, SST., M.Keb.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber mengenai berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif maupun penggunaan alat kontrasepsi.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi penyuluhan dan diskusi, terutama mengenai cara pemberian ASI yang benar, manfaat ASI eksklusif, pemilihan metode kontrasepsi yang aman, serta penanganan efek samping penggunaan KB.

Melalui kegiatan ini, STIKES Griya Husada Surabaya berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta penggunaan KB yang tepat guna mendukung kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan penggunaan kontrasepsi pada pasangan usia subur di RW 3 dan RW 4 Kelurahan Dukuh Kupang sehingga dapat mendukung terciptanya keluarga sehat dan berkualitas.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi STIKES Griya Husada Surabaya dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan ibu dan anak serta pengendalian pertumbuhan penduduk melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Leave a Reply