Skip to main content

Surabaya, 5 Februari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Griya Husada Surabaya kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui penyuluhan kesehatan bertema “Efektivitas Penggunaan KB pada Pasangan Usia Subur (PUS)” yang diselenggarakan di RW 2 Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya penting dalam mengatur jarak kehamilan, merencanakan jumlah anak, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Melalui program KB, pasangan usia subur dapat menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga. Selain itu, program KB juga berperan dalam mendukung terciptanya bonus demografi yang berkualitas melalui penguatan sumber daya manusia di Indonesia.

Berdasarkan hasil observasi di RW 2 Kelurahan Dukuh Kupang yang terdiri dari 391 Kepala Keluarga dan 6 RT, masih ditemukan rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa pasangan usia subur masih memiliki kekhawatiran terhadap efek samping penggunaan KB serta kurang memahami manfaat penggunaan kontrasepsi yang tepat dan aman.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, STIKES Griya Husada Surabaya berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan KB sebagai salah satu langkah dalam menjaga kesehatan reproduksi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengatur perencanaan kehamilan secara efektif dan bertanggung jawab.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui ceramah dan diskusi interaktif bersama masyarakat. Materi mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur disampaikan oleh Januar Dwi Christy, SST., Bd., M.Kes dan Nur Hidayati, S.KM., M.Kes. Dalam pemaparannya dijelaskan berbagai jenis metode kontrasepsi seperti IUD, implan, pil KB, suntik KB, hingga metode kontrasepsi jangka panjang lainnya beserta manfaat, efektivitas, dan cara mengatasi efek samping yang mungkin muncul.

Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan. Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait pemilihan alat kontrasepsi yang sesuai, keamanan penggunaan KB, hingga pentingnya dukungan suami dalam keberhasilan program keluarga berencana. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasangan usia subur untuk lebih aktif dalam merencanakan keluarga sehat dan berkualitas.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dan dosen STIKES Griya Husada Surabaya untuk mengimplementasikan ilmu kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat. Kegiatan PKM ini diharapkan mampu memberikan dampak positif berupa meningkatnya penggunaan kontrasepsi secara tepat pada Pasangan Usia Subur di RW 2 Kelurahan Dukuh Kupang serta mendukung terciptanya keluarga sehat dan sejahtera.

Leave a Reply