Sidoarjo, 6 Agustus 2025 – STIKES Griya Husada Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan bertema “Peran Kader PKK dalam Persiapan Kehamilan (Fisik dan Psikologis) untuk Membentuk Generasi Emas” di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader PKK mengenai pentingnya persiapan kehamilan bagi calon pengantin dan wanita usia subur (WUS), baik secara fisik, psikologis, maupun sosial sebagai upaya membentuk generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Sebanyak 50 kader PKK Desa Tenggulunan mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa keberadaan kader PKK yang terlatih menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat memahami serta menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, khususnya terkait persiapan kehamilan. Para kader diharapkan mampu melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan, hingga edukasi kesehatan kepada calon pengantin dan wanita usia subur di lingkungan masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain pre-test dan post-test untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan kader PKK setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan.
Berdasarkan hasil evaluasi sebelum penyuluhan dilakukan, diketahui bahwa sebanyak 15 peserta atau 30 persen memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang, sedangkan 10 peserta atau 25 persen berada pada kategori sedang.
Namun setelah dilaksanakan penyuluhan kesehatan sebanyak tiga kali, terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Sebanyak 45 peserta atau 95 persen dari total responden menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori baik mengenai pentingnya persiapan kehamilan bagi calon pengantin dan wanita usia subur.
Materi penyuluhan membahas berbagai aspek penting terkait persiapan kehamilan, mulai dari kesiapan fisik, psikologis, hingga faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.
Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa kehamilan merupakan proses reproduksi yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus agar dapat berlangsung dengan baik dan aman bagi ibu maupun janin. Kehamilan normal sekalipun tetap memiliki risiko yang dapat berkembang menjadi kondisi risiko tinggi apabila tidak dipantau dengan baik.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai kehamilan risiko tinggi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua, riwayat penyakit kronis, anemia, tekanan darah tinggi, hingga jarak kehamilan yang terlalu dekat atau dikenal dengan istilah “4 Terlalu” yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu dekat jarak kelahiran.
Selain itu, penyuluhan turut membahas pentingnya pencegahan anemia pada masa prakonsepsi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, angka kejadian anemia di Indonesia mengalami peningkatan hingga mencapai 48,9 persen. Kondisi anemia pada remaja putri dan wanita usia subur menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan kehamilan dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, perdarahan saat persalinan, hingga kematian ibu dan bayi.
Melalui kegiatan ini, kader PKK diberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah, pola makan bergizi, serta persiapan kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan agar risiko komplikasi kehamilan dapat diminimalkan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi selama sesi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Para kader PKK aktif berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai kondisi kesehatan ibu di lingkungan masyarakat Desa Tenggulunan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, STIKES Griya Husada Surabaya berharap para kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya persiapan kehamilan yang sehat guna mendukung terciptanya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan kader kesehatan di tingkat desa.





